Tab / Navbar Menu

Jumat, 28 Oktober 2011

ALAT KESENIAN KHAS BANJAR


Salah satu unsur kebudayaan adalah kesenian. Pengertian kesenian menurut Umar kayam dalam bukunya Seni Tradisi Masyaraat adalah salah satu unsur yang menyangga kebudayaan. Sedangkan Kesenian dalam buku Sub Tema Sejarah Kesenian adalah dalam arti luas ,kesenian dapat menyangkut juga segala segala produk kebudayaan hasil peradapan manusia. Jadi kesenian merupakan karya budaya yang mengandung nilai-nilai keindahan hasil dari peradaban manusia.
Menurut Koentjaraningrat dalam bukunya Pengantar Ilmu Antropologi ,dipandang dari sudut cara kesenian sebagai ekspresi hasrat manusia akan akan keindahan itu dapat dinikmati,maka ada dua lapangan besar ,yaitu (1) seni rupa, kesenian yang dapat dinikmati dengan mata , dan (2) seni suara, kesenian yang dinikmati oleh manusia dengan telinga. Ditinjau dari garapannya ada lima cabang seni yaitu Seni Rupa, seni Sastra, Seni Tari, Seni Teater, dan Seni musik. Ada yang mengklasifikasi seni pertunjukan yakni seni tari, seni musik dan seni sastra.
Musik panting merupakan salah satu kesenian khas Banjar. Musik perpaduan antara nada-nada gitar panting, biola, Babun (alat musik tabuh sejenis gendang), gong dan tamborin, terdengar syahdu. Irama yang keluar menggambarkan etnis banjar yang lekat dengan sungai. Dulu musik panting hanya bisa dinikmati ketika pementasan atau pada acara formal seperti perkawinan atau acara pemerintah. Namun kini musik panting kian membumi. Hotel-hotel berbintang di Kalsel menjadikan permainan musik panting untuk menyambut tamu mereka. Bahkan musik panting kini turun ke jalan. Selain musik panting, kesenian Banjar lainnya adalah teater japin. Musik yang dipakai dalam teater Japin adalah musik Japin Pesisiran. Alat-alat yang ada dalam musik Japin tersebut adalah:
  • Gambus Bidawang
  • Biola
  • Harmonika Angin
  • Babun
  • Keprak
  • Tamborin
  • Agung (Gong) besar dan kecil
  • Dalam kesenian Banjar dikenal berbagai seni musik seperti :
  • Gamelan
  • Terbang Haderah
  • Terbang Ampat
  • Terbang Lamut
  • Terbang Madihin
  • Musik Suling
  • Musik Japin Gambus
  • Musik Kurung-kurung Hantak
  • Musik Kintung
  • Musik Main Kuntau
Kesenian Lamut
Lamut merupakan salah satu kesenian tradisional Kalimantan Selatan. Kesenian Lamut yang hampir punah ini hampir sama dengan beberapa jenis kesenian di daerah lain, misalnya kesenian Cianjuran di Jawa Barat. Perbedaannya terdapat pada cara menyampaikan dan alat musik yang mengiringi. Kalau pada kesenian Cianjuran digunakan kecapi maka dalam Lamut digunakan alat musik terbang besar.
Pelaksanaan Lamut akan dilakukan pada malam hari mulai pukul 22.00 sampai pukul 04.00 atau menjelang subuh tiba. Pembawa cerita dalam Lamut ini diberi julukan Palamutan. Pada acara, Palamutan dengan membawa terbang besar yang diletakkan dipangkuannya duduk bersandar di tawing halat (dinding tengah), dikelilingi oleh pendengarnya yang terdiri dari tua-muda laki-perempuan. Khusus untuk perempuan disediakan tempat di sebelah dinding tengah tadi.
Sebelum cerita Lamut dimulai disediakan dulu sesajen yang terdiri dari air kembang, air baboreh, kelapa muda, gula merah, dan ketan. Di samping itu harus ada perapen yang selalu mengepulkan kemenyan. Tujuannya agar jalannya cerita dalam pembawaan Lamut berjalan dengan lancar, tidak ada gangguan apa-apa sampai berakhirnya acara.
Cerita Lamut kalau diceritakan dengan cara biasa tidaklah memakan waktu yang lama, cukup kira-kira 2 jam. Ceritanya pun sudah diketahui oleh orang banyak. Cerita Lamut dibawakan dengan lagu merdu dan iringan terbang yang indah. Tidak semua bagian cerita dilagukan, ada dialog-dialog tertentu dalam cerita kemudian diselingi oleh tabuhan terbang. Apalagi yang membawakan Lamut dua orang, akan terlihat sangat menarik saat dua Palamutan ini bersahut-sahutan. Pukulan terbang sering digunakan untuk menandai perpindahan bagian cerita dalam cerita untuk menunjukkan suasana perpindahan cerita atau penyisipan pesan-pesan tertentu dalam cerita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar